7 Berikut ini adalah faktor-faktor penyebab kecelakaan kerja, kecuali.. a. Faktor lingkungan kerja b. Faktor keuangan * c. Faktor manusia d. Faktor sumber bahaya e. Faktor material atau bahannya. 8. Berikut ini dampak dari kecelakaan kerja: 1) Kematian 2) Kerusakan 3) Keluhan atau kesedihan 4) Kekacauan organisasi 5) Keuntungan perusahaan 6
Dilansirdari Encyclopedia Britannica, berikut ini merupakan penyebab pencemaran air, kecuali penanaman pohon di sekitar aliran sungai. Kemudian, saya sangat menyarankan anda untuk membaca pertanyaan selanjutnya yaitu Berikut Ini yang tidak termasuk transportasi modern adalah? beserta jawaban penjelasan dan pembahasan lengkap.
Berikutini yang Bukan merupakan faktor penyebab terjadinya kecelakaan kerja adalah Berikut ini yang merupakan persyaratan dapur yang baik, KecualiFORMULIR Kode Dok. WK1PPPFO-001 Status Revisi JURNAL PEMBELAJARAN Halaman 2 dari 1 Tanggal Terbit 1 Juli 2015 JURNAL PEMBELAJARAN SMK NEGERI 3 KLATEN TAHUN PELAJARAN 20152016 Satuan Pendidikan
Dilansirdari Encyclopedia Britannica, berikut ini merupakan penyebab terjadinya interaksi sosial, kecuali adanya hubungan antara manusia dengan lingkungan alam. Kemudian, saya sangat menyarankan anda untuk membaca pertanyaan selanjutnya yaitu Di Bawah ini merupakan lagu daerah yang berasal dari daerah Papua adalah? beserta jawaban penjelasan
Material Bahan-bahan dan radiasi. Material, Bahan-bahan dan radiasi yang dapat menjadi penyebab kecelakaan diklasifikasikan menjadi: (1) Bahan peledak, (2) Debu, gas, cairan, dan zat kimia, diluar peledak , (3) Kepingan terbang, (4) Radiasi, (5) Material dan bahan lainnya yang tak terkelompokkan. Lingkungan kerja.
Dilansirdari Ensiklopedia, berikut ini merupakan penyebab terjadinya kecelakaan air, kecuali ketenangan. Baca Juga Dalam kompetensi Sosio Kultural, seorang PPPK sebagai ASN berfungsi mampu menjadi perpanjangan tangan pemerintah dalam?
111 Berikut ini merupakan penyebab terjadinya kecelakaan air, kecuali. a. tidak bisa berenang b. shock terhadap air/ketakutan berlebihan akan tenggelam meskipun kedalaman 1 meter c. tidak melakukan pemanasan sebelum berenang d. kelelahan otot sebelum berenang e. ketenangan Jawaban: e 112.
Kecelakaandapat terjadi karena kurangnya keterampilan, pengetahuan, pengawasan, kehati-hatian, dan juga karena kadaan fisik yang kurangb baik. Beberapa faktor penyebab kecelakaan di air antara lain sebagai berikut. Tidak melakukan pemanasan ( warming-up) sebelum latihan berenang. Tidak mematuhi peraturan dan tata tertib di kolam renang.
FaktorPenyebab Pelapukan Batuan di Kehidupan Sehari-hari. Lebih lanjut, ada empat faktor yang sebetulnya memengaruhi proses pelapukan batuan, yakni struktur batuan, iklim, topografi, hingga tumbuh-tumbuhan yang menutupi batuan tersebut. Masih mengutip sumber yang sama seperti di atas, berikut adalah faktor-faktor penyebab pelapukan batuan, yakni:
25 Berikut merupakan penyebab terjadinya kecelakaan di kolam renang, kecuali . a. tidak melakukan pemanasan. b. tidak mematuhi peraturan dan tata tertib di kolam renang. c. waktu makan dan berenang berkisar 15 menit. d. belum sarapan (makan) sebelum latihan renang. e. tidak menguasai teknik berenang yang baik. Jawaban : C
1 Berikut ini unsur penyebab terjadinya kecelakaan, kecuali.. a. Unsure manusia b. Unsure mesin c. Unsure keberuntungan d. Unsure lingkungan e. Keadaan tempat kerja 2. Kemampuan yang kurang dan konsentrasi yang kurang termasuk penyebab kecelakaan karena unsur.. a. Lingkungan b. Manusia c. Mesin d. Teman kerja e. Tempat kerja 3.
Jawaban A. Alat dan bahan yang tidak aman. Dilansir dari Encyclopedia Britannica, berikut ini adalah sebab-sebab terjadinya kecelakaan, kecuali alat dan bahan yang tidak aman. Kemudian, saya sangat menyarankan anda untuk membaca pertanyaan selanjutnya yaitu Untuk reaksi 2A + B —> A2B, didapat data :Jika konsentrasi kedua reaktan diperbesar
Pertanyaan berikut ini merupakan penyebab terjadinya disorganisasi keluarga, kecuali a meninggalnya anggota keluarga b. ketidakmampuan kepala keluarga memenuhi kebutuhan keluarga c. kurangnya komunikasi antarsesama anggota keluarga d. komunikasi antar sesama anggota keluarga dilakukan melalui telepon e. terdapat anggota keluarga yang berperilaku menyimpang
Berikut5 Penyebab Kecelakaan Kerja yang Penting untuk Diperhatikan. Setidaknya ada 5 penyebab kecelakaan kerja yang biasanya sering terjadi. Pahami apa saja faktor penyebabnya berikut ini. Baik perusahaan maupun karyawan harus paham apa saja penyebab kecelakaan kerja. Hal ini tidak bisa dianggap remeh, karena terjadinya kecelakaan kerja
berikutini merupakan penyebab terjadinya kecelakaan air, kecuali . A. ridak melakukan pemanasan B. kelelahan otot C. ketenangan D. ketakutan berlebihan terhadap air . ★ SD Kelas 6 / Penjaskes PJOK Pelajaran 3 Semester 2 Genap SD Kelas 6. berikut ini merupakan penyebab terjadinya kecelakaan air, kecuali . A. ridak melakukan
X8bhP. Mas Pur Follow Seorang freelance yang suka membagikan informasi, bukan hanya untuk mayoritas tapi juga untuk minoritas. Hwhw! Home » Penjaskes » Tips » Kecelakaan Renang Penyebab, Menghindari, Pertolongan Juni 20, 2018 1 min readOlahraga renang selain menyengkan dan menyehatkan juga memiliki resiko dalam pelaksanaanya. Kecelakaan di air dapat menyebabkan cedera hingga kematoan akibat tenggelam. Oleh karena iu, sebelum memasuki air, perenang harus mencari tahu kedalaman kolam renang, sungai, atau laut. Berenang di sungai atau di laut bisa sangat berbahaya bila terdapat arus deras atau ombak besar secara tiba-tiba. Orang yang sedang dalam pengaruh alkohol dan obat-obatan dilarang untuk lebih aman dalam berenang, langkah baiknya jika kita mengenali beberapa penyebab kecelakaan dan cara menolong seseorang jika terjadi suatu kecelakaan di kolam Penyebab KecelakaanKecelakaan dapat terjadi karena beberapa faktor. Anda harus dapat memhami beberapa hal yang dapat menyebabkan kecelakaan sehingga Anda dapat bertindak lebih hati-hati. Kecelakaan dapat terjadi karena kurangnya keterampilan, pengetahuan, pengawasan, kehati-hatian, dan juga karena kadaan fisik yang kurangb baik. Beberapa faktor penyebab kecelakaan di air antara lain sebagai berikut. Tidak melakukan pemanasan warming-up sebelum latihan berenang. Tidak mematuhi peraturan dan tata tertib di kolam renang. Tidak menguasai teknik berenang yang baik. Terlalu lelah atau terlalu lama berenang. Sarana dan prasarana kolam yang kurang Cara Menghindari KecelakaanBerikut beberapa hal yang harus Anda perhatikan agar terhindar dari kecelakaan saat berada di kolam renang. Mematuhi peraturan dan tata tertib di kolam renang. Menggunakan peralatan berenang yang baik. Melakukan pemanasan yang cukup sebelum berenang. Menguasai salah satu teknik berenang atau minimal teknik mengapung di air. Melakukan sarapan atau makan minimal 2 jam sebelum latihan berenang. Lebih berhati-hati dalam berenang. Menghindari latihan tenang yang berlebihan atau terlalu Bentuk-Bentuk PertolonganPertolongan yang dilakukan harus sesuai dengan keadaan Pertolongan pada Korban yang Masih dalam Keadaan SadarPada korban yang masih dalam keadaan sadar, Anda dapat memberikan pertolongan dengan cara berikut. Memberikan pertolongan dengan peralatan yang tersedia seperti ban dan pelampung atau barang lain yang dapat mengapung. Penggunaannya diikatkan pada setulas tali sehingga mudah ditarik. Melakukan pertolongan langsung kepada korban jika korban berada dalam dasar kolam atau terapung-apung di permukaan air. Jika korban masih dapat menggerakkan anggota tubuh akibat tidak lancar berenang, pertolongan dapat dilakukan dengan mendorong tubuh korban ke arah sisi kolam secara Pertolongan pada Korban dalam Keadaan Tidak SadarKetika dapat menolong korban yang tidak sadar dengan cara-cara berikut. Pada korban yang masih di air dapat dilakukan back stroke saving action, yaitu penolong berenang dalam keadaan telentang dengan melakukan gerak kaki seperti gaya katak dan memosisikan tubuh di bawah korban. Posisi korban dalam keadaan berbaring, muka dan hidung korban berada di permukaan air dengan salah satu lengan atau kedua lengan menarik dagu korban. Lakukan gerakan renang secara perlahan-lahan ke tepi. Pada korban yang telah diangkat ke tepi dan ditempat yang nyaman lakukan penyelamatan dengan Sistem Resusitasi Jantung dan Paru RJP.Nah, itulah sedikit informasi mengenai beberapa akibat kecelakaan dan pertolongan aktivitas di air. Demikian artikel yang dapat saya bagikan mengenai materai penjaskes dan semoga dapat membantu. Mas Pur Follow Seorang freelance yang suka membagikan informasi, bukan hanya untuk mayoritas tapi juga untuk minoritas. Hwhw!
Jakarta Penyebab kecelakaan kerja dipengaruhi oleh berbagai macam faktor. Baik itu faktor yang diakibatkan oleh manusia, faktor lingkungan, hingga faktor peralatan yang digunakan. Hal ini tentunya harus benar-benar diperhatikan semua pihak. Viral Kecelakaan di Pasuruan, Pengendara Motor Mendarat di Atas Mobil Ria Ricis Alami Kecelakaan Saat Tunggangi Kuda, Ini Kronologinya Penyebab Katarak, Faktor Risiko, Jenis, dan Gejalanya Kecelakaan kerja merupakan kejadian tidak terduga dan tidak dikehendaki yang bisa mengakibatkan sakit, luka, serta kerugian terhadap lingkungan dan manusia. Oleh karena itu, diperlukan kajian yang mendalam untuk menjaga keamanan dalam setiap pekerjaan. Mengenali penyebab kecelakaan kerja dapat membantu perusahaan dalam mengambil tindakan pencegahan. Jadi, setiap orang yang terlibat dalam pekerjaan, baik itu perusahaan yang mempekerjakan, pekerja, hingga orang-orang sekitar perlu memahami prosedur keselamatan kerja. Berikut rangkum dari berbagai sumber, Rabu 22/9/2021 tentang penyebab kecelakaan Kecelakaan Kerja Akibat Kondisi PeralatanPekerja melakukan perawatan gedung bertingkat di Jakarta, Rabu 28/7/2021. Subsidi upah sebesar Rp 1 juta akan diberikan kepada pekerja dengan syarat gaji di bawah Rp 3,5 juta dan sudah terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan. YuniarPenyebab kecelakaan kerja dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya adalah kondisi peralatan yang digunakan. Berikut penyebab kecelakaan kerja yang dipengaruhi oleh faktor peralatan Kondisi Mesin Penyebab kecelakaan kerja karena faktor peralatan yang pertama disebabkan kondisi mesin yang digunakan. Bila kondisi mesin memang sudah tidak memadai, sebaiknya segera diperbaiki dan tidak digunakan lagi. Selain itu, ketersediaan pengaman hingga perlengkapan lainnya juga harus benar-benar dipastikan terlebih dahulu. Dengan begitu, faktor penyebab kecelakaan kerja ini dapat dikurangi dengan memperhatikan kondisi mesin. Rancangan Alat Desain alat juga dapat menjadi salah satu penyebab kecelakaan kerja. Alat yang telah dirancang dengan pertimbangan keamanan akan mampu mencegah terjadinya kecelakaan kerja. Contohnya, penggunaan cover pada berbagai mesin untuk menghindari dampak buruk yang dapat terjadi pada tubuh pekerja. Sehingga alat-alat yang digunakan aman dari sisi K3. Posisi Mesin Posisi mesin juga berpengaruh dalam penyebab kecelakaan kerja. Tergantung posisi dan jenis mesinnya, hal ini dapat berpengaruh terhadap kenyamanan hingga keamanan pekerja. Jadi, posisi mesin harus benar-benar diperhatikan sebagai salah satu faktor penyebab kecelakaan Kecelakaan Kerja Akibat Ulah ManusiaPekerja membersihkan kaca gedung bertingkat di Jakarta, Jumat 26/02/2021. BP Jamsostek menekankan dua aspek penting terkait pandemi Covid-19, yakni isu kesehatan dan perekonomian dengan jaminan sosial bagi para pekerja dan penerapan K3. PradoloPenyebab kecelakaan kerja juga sering kali dipengaruhi oleh ulah manusia. Hal ini menyangkut perilaku manusia, pelatihan keselamatan dan kesehatan yang diberikan, hingga penggunaan alat pelindung diri. Berikut penyebab kecelakaan kerja akibat ulah manusia Perilaku manusia Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, perilaku manusia merupakan salah satu faktor penyebab kecelakaan kerja. Sikap terhadap kondisi kerja, kecelakaan dan praktik kerja yang aman bisa menjadi hal yang penting karena ternyata lebih banyak persoalan yang disebabkan oleh pekerja yang ceroboh, dibandingkan dengan mesin-mesin atau karena ketidakpedulian karyawan. Pada satu waktu, pekerja yang tidak puas dengan pekerjaannya dianggap memiliki tingkat kecelakaan kerja yang lebih tinggi. Namun demikian, asumsi ini telah dipertanyakan selama beberapa tahun terakhir. Meskipun kepribadian, sikap karyawan, dan karakteristik individual karyawan tampaknya berpengaruh pada kecelakaan kerja, namun hubungan sebab akibat masih sulit dipastikan. Pelatihan Keselamatan dan Kesehatan Kerja Pelatihan keselamatan dan kesehatan kerja juga merupakan salah satu penyebab kecelakaan kerja yang harus diperhatikan. Hal ini biasanya dikarenakan atas kelalaian pekerja atau perusahaan. Pelatihan keselamatan dan kesehatan kerja merupakan bagian pendidikan yang menyangkut proses belajar untuk memperoleh dan meningkatkan keterampilan di luar sistem pendidikan yang berlaku. Hal ini dilakukan dalam waktu yang relatif singkat, dan dengan metode yang lebih mengutamakan praktek daripada teori. Penyelenggaraan pelatihan dimaksudkan agar pemeliharaan terhadap alat-alat kerja dapat ditingkatkan karena salah satu tujuan yang ingin dicapai adalah untuk mengurangi timbulnya kecelakaan kerja, kerusakan, dan peningkatan pemeliharaan terhadap alat-alat kerja. Penggunaan Alat Pelindung Diri Penyebab kecelakaan kerja dari faktor manusia berikutnya adalah penggunaan alat pelindung diri. Alat pelindung diri APD merupakan seperangkat alat yang digunakan oleh pekerja untuk melindungi tubuhnya dari potensi bahaya kecelakaan kerja. Tidak menggunakan APD dapat memperbesar kemungkinan terjadinya kecelakaan kerja, walaupun APD tidak secara sempurna melindungi pekerja, tetapi akan dapat mengurangi tingkat keparahan yang mungkin terjadi. Prosedur atau SOP Prosedur kerja yang disusun dengan tidak memperhatikan faktor keselamatan kerja di dalamnya, dapat menjadi penyebab kecelakaan kerja terjadi. Oleh karena itu, penting sekali untuk melakukan evaluasi secara berkala terhadap semua prosedur kerja yang telah Kecelakaan Kerja Akibat Pengaruh LingkunganSuasana proyek pembangunan konstruksi LRT dan gedung bertingkat di Jakarta, Selasa 17/11/2020. Pandemi COVID-19 yang terjadi sejak awal tahun menurunkan konsumsi dan utilitas industri baja konstruksi dan baja ringan konstruksi. YuniarPenyebab kecelakaan kerja selanjutnya dipengaruhi oleh faktor lingkungan. Hal ini berkaitan dengan lingkungan kerja yang tidak sesuai dengan standar keamanan. Berikut beberapa penyebab kecelakaan kerja yang dipengaruhi oleh kondisi lingkungan Desain Tempat Kerja Idealnya, tempat kerja didesain aman sejak awal. Namun, pada kenyataannya tetap saja ada kelemahan desain yang membuat tempat kerja tidak sepenuhnya aman. Selain itu, bisa jadi tempat kerja menjadi tidak lebih aman setelah ada perubahan desain atau modifikasi. Lokasi Kerja Bekerja pada ketinggian tentu memiliki resiko tinggi. Bekerja di dalam sebuah area yang terbatas jauh lebih berbahaya daripada bekerja pada ruangan terbuka. Itulah yang menyebabkan lokasi kerja menjadi salah satu penyebab kecelakaan kerja terjadi. Kebisingan Kebisingan juga bisa dijadikan salah satu penyebab kecelakaan kerja dari lingkungan. Kebisingan dapat mengurangi kenyamanan dalam bekerja, mengganggu komunikasi/percakapan antar pekerja, mengurangi konsentrasi, menurunkan daya dengar, hingga tuli akibat kebisingan. Suhu Udara Suhu udara juga bisa menjadi salah satu faktor penyebab kecelakaan kerja. Dari suatu penyelidikan diperoleh hasil bahwa produktivitas kerja manusia akan mencapai tingkat yang paling tinggi pada temperatur sekitar 24°C- 27°C. Suhu dingin mengurangi efisiensi dengan keluhan kaku dan kurangnya koordinasi otot. Suhu panas berakibat menurunkan prestasi kerja, mengurangi kelincahan, memperpanjang waktu reaksi dan waktu pengambilan keputusan, mengganggu kecermatan kerja otak, mengganggu koordinasi syaraf perasa dan motoris, serta memudahkan untuk dirangsang. Penerangan Penerangan di tempat kerja sangat penting untuk menerangi benda-benda di tempat kerja. Banyak obyek kerja beserta benda atau alat dan kondisi di sekitar yang perlu dilihat oleh tenaga kerja. Hal ini penting untuk menghindari kecelakaan yang mungkin terjadi. Penerangan yang baik memungkinkan tenaga kerja melihat obyek yang dikerjakan secara jelas, cepat dan tanpa upaya-upaya tidak perlu. Penerangan adalah penting sebagai suatu faktor keselamatan dalam lingkungan fisik pekerja. Lantai licin Lantai dalam tempat kerja harus terbuat dari bahan yang keras tahan air dan bahan kimia yang merusak. Hal ini karena lantai licin akibat tumpahan air, tahan minyak atau oli berpotensi besar terhadap terjadinya kecelakaan, seperti terpeleset.* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.
selamat pagi nakanak pda artikel kali ini pak guru memberikan latihan soal K3L untuk memantapkan materi yang telah dipelajari sebelumnya, tujuan soal dibawah ini untuk menguji pemahaman anda tantang konsep Keselamatan, Kesehatan Kerja dan Lingkungan atau bisa disingkkat K3L, Potensi dan resiko Kecelakaan kerja dan Terakhir materi Kebakaran dan Alat Pemadaman Api Ringan APAR. Latihan soal dibawah ini terdiri dari 15 soal pilihan gan da dan 30 soal isian, oke selamat mengerjakan semoga mendapatkan nilai yang Berilah tanda silang x huruf a, b, c, d atau e pada jawaban yang paling benar!!!!1. Berikut merupakan upaya keselamatan dan kesehatan kerja, kecuali a. merawat tempat kerja agar tetap bersih, sehat, dan aman b. mengatur tingkat suhu, kelembapan, dan kebersihan udara dengan ventilasi yang cukup c. membuat kegaduhan/kebisingan di tempat kerja d. memberi alat-alat perlindungan diri pada para pekerja e. memperoleh penerangan yang cukup dan sesuai Dari Pertanyaan Diatas Kunci Jawabannya adalah c. membuat kegaduhan/kebisingan di tempat kerja 2. Perhatikan gambar berikut ….Simbol di atas menyatakan bahwa a. ada percikan bunga api b. area pengelasan c. eksplosif d. bahaya bahan oksidator e. mudah terbakar Dari Pertanyaan Diatas Kunci Jawabannya adalah b. area pengelasan 3. Mencari informasi tentang suatu bahaya dari cerita orang lain, merupakan contoh dari teknik identifikasi risiko a. proaktif b. semiproaktif c. hiperaktif d. preventif e. semipreventif Dari Pertanyaan Diatas Kunci Jawabannya adalah b. semiproaktif 4. Berikut merupakan salah satu alat yang berfungsi untuk melindungi diri dari suara bising adalah a. sun glasses b. respirator c. earplug d. glove e. helm Dari Pertanyaan Diatas Kunci Jawabannya adalah c. earplug 5. Sarung tangan yang digunakan untuk melindungi tangan dari benda tajam adalah …. a. sarung tangan karet b. sarung tangan asbes c. sarung tangan kain d. sarung tangan kulit e. sarung tangan besi Dari Pertanyaan Diatas Kunci Jawabannya adalah d. sarung tangan kulit 6. Perhatikan tanda di bawah ini! …. Jika sebelum masuk suatu ruangan terdapat tanda seperti di atas, maka harus .... a. menutup mulut b. menutup hidung c. menutup hidung dan mulut d. menggunakan earplug e. menggunakan respirator Dari Pertanyaan Diatas Kunci Jawabannya adalah e. menggunakan respirator 7. Teori menyebutkan bahwa kecelakaan terjadi karena sifat pekerja yang cenderung untuk mengalami kecelakaan adalah …. a. Accident prone theory b. Pure chance theory c. One main factor d. Two main factor e. Three main factor Dari Pertanyaan Diatas Kunci Jawabannya adalah a. Accident prone theory 8. Jika bahan cair atau gas yang mudah terbakar seperti bensin, aspal, gemuk, minyak, alkhohol, dan LPG cara memadamkannya adalah dengan cara… a. Air yang disemprotkan dengan tekanan tinggi b. Pasir c. Serbuk kimia kering d. Gas Oksigen e. Air + pasir Dari Pertanyaan Diatas Kunci Jawabannya adalah c. Serbuk kimia kering 9. Berikut yang bukan merupakan kebakaran karena penstiwa alam adaiah .... a. Sinar matahari b. Letusan gunung berapi c. Gempa bumi d. Petir e. Pembakaran hutan Dari Pertanyaan Diatas Kunci Jawabannya adalah e. Pembakaran hutan 10. Kebakaran yang terjadi karena adanya kebocoran radiasi dari bahan radioaktif adalah kebakaran kelas tipe.... a. D b. C c. A d. E e. K Dari Pertanyaan Diatas Kunci Jawabannya adalah d. E 11. APAR yang digunakan untuk memadamkan kebakaran karena adanya korsleting adalah .... a. Appar Busa b. Appar H2O c. Appar Oksigen d. Appar AFFF e. Appar CO2 Dari Pertanyaan Diatas Kunci Jawabannya adalah e. Appar CO2 12. Berikut merupakan penempatan APAR yang memenuhi syarat, kecuali a. tempat yang mudah dijangkau b. tempat yang terlihat c. tempat yang berpotensi kebakaran d. tempat yang terkunci e. ditempatkan tiap 15 meter Dari Pertanyaan Diatas Kunci Jawabannya adalah d. tempat yang terkunci 13. Kebakaran yang terjadi karena adanya minyak, alkohol, dan solvent adalah kebakaran kelas tipe ... a. D b. C c. A d. E e. B Dari Pertanyaan Diatas Kunci Jawabannya adalah b. C 14. Berikut merupakan upaya untuk mencegah terjadinya korsleting. kecuali .... a. menumpuk stop kontak pada satu sumber listrik b. pemeriksaan listrik secara berkala c. menghindari pencurian listrik d. mengganti kabel yang mengelupas e. merapikan jalur instalasi listrik Dari Pertanyaan Diatas Kunci Jawabannya adalah a. menumpuk stop kontak pada satu sumber listrik 15. Jaminan kecelakaan kerja yang diberikan oleh pemilik perusahaan kepada pekerja, yaitu .... a. 0,24%-1,74% b. 2,04%-17,4% c. 2,04%-7,14% d. 2,04%-4,17% e. 1,74%-2,04% Dari Pertanyaan Diatas Kunci Jawabannya adalah a. 0,24%-1,74% B. Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini dengan benar!!!!16. Apakah yang dimaksud dengan PPE? Personal Protective Equipment PPE adalah seperangkat alat yang digunakan untuk melindungi sebagian atau seluruh tubuh darl potensi bahaya atau kecelakaan kerja. 17. Sebutkan peranan K3L dalam menggunakan mesin saat Anda bekerja! Peranan Keselamatan. Kesehatan Kerja, dan Lingkungan K3L sebagai berikut. a. Setiap tenaga kerja berhak mendapatkan periindungan atas keselamatannya dalam melakukan pekerjaan untuk kesejahteraan hidup dan meningkatkan produktivitas nasional. b. Setiap orang yang berada di tempat kerja perlu terjamin keselamatannya. c. Setiap sumber produksi perlu digunakan dan dipergunakan secara aman dan efisien. d. Untuk mengurangi biaya perusahaan jika terjadi kecelakaan 18. Sebutkan ruang lingkup hiperkes! Ruang lingkup hiperkes dapat dijelaskan sebagai berikut. a. Keselamatan dan kesehatan kerja diterapkan di semua tempat kerja yang di dalamnya melibatkan aspek manusia sebagai tenaga kerja, bahaya akibat kerja,.dan usaha yang dikerjakan. b. Aspek periindungan dalam hiperkes, meliputi tenaga kerja dari semua jenis dan jenjang keahlian, peralatan, dan bahan yang dipergunakan, faktor-faktor lingkungan fisik, biologi, kimiawi. maupun sosial, proses produksi, karakteristik dan sifat pekerjaan, serta teknologi dan metodologi kerja. c. Penerapan hiperkes dilaksanakan secara holistik sejak perencanaan hingga perolehan hasil dari kegiatan industri barang maupun jasa. d. Semua pihak yang terlibat dalam proses industri atau perusahaan ikut bertanggung jawab atas keberhasilan usaha hiperkes. 19. Sebutkan empat aspek yang perlu diperhatikan ketika bekerja di bengkel mesin! a. Kondisi lingkungan bengkel mesin tempat kerja. b. Alat keselamatan kerja di bengkel mesin, misalnya pakaian, sepatu. dan lamnya. c. Bekerja dengan aman dan rapi. d. Perilaku di dalam bengkel. 20. Sebutkan syarat-syarat alat APD yang baik! a. Pakaian kerja harus seragam dan kondisi ketidaknyamanan dibuat harus yang paling minim. b. Pakaian kerja harus tidak mengakibatkan bahaya lain, misalnya lengan yang terlalu lepas atau ada kain yang lepas yang sangat memungkinkan masuk ke dalam mesin. c. Bahan pakaiannya harus memiliki derajat resistensi yang cukup untuk panas dan suhu kain sintesis nilon, dan Iain-lain yang dapat meleleh oleh suhu tinggi seharusnya tidak digunakan. d. Pakaian kerja harus dirancang untuk menghindari partikei-partikei panas terkait di ceiana masuk di kantong. atau terselip di lipatan-lipatan pakaian e. Harus memberikan perlindungan yang cukup terhadap bahaya yang dihadapi tenaga kerja/ sesuai dengan sumber bahaya yang ada. f. Tidak mengganggu aktivitas pemakai. g. Mudah diperoleh di pemasaran. h. Memenuhi syarat spesifik lain. i. Nyaman digunakan. 21. Jelaskan tentang accident prone theory Teori kecenderungan keceiakaan accident prone theory, menyebutkan jika pekerja tertentu lebih sering tertimpa keceiakaan, karena sifat-sifat pribadinya yang memang cenderung untuk mengalami keceiakaan kerja. 22. Apa yang dimaksud dengan accident? Accident adalah kejadian yang tidak diinginkan yang menimbulkan kerugian baik bagi manusia maupun terhadap harta benda 23. Bagaimana suatu risiko bahaya kerja dapat dikatakan sangat berat? Jika risiko tersebut dapat mengakibatkan kematian atau kehancuran seluruh properti beserta fasilitas yang ada di dalamnya. 24. Sebutkan pertimbangan-pertimbangan dalam identifikasi bahaya dan risiko! a. Aktivitas rutin dan nonrutin. b. Aktivitas dari semua individu yang memiliki akses ke tempat kerja termasuk kontraktor. c. Perilaku manusia, kemampuan, dan faktor manusia lainnya. d. Identifikasi semua bahaya yang berasal dari luar tempat kerja yang dapat menimbulkan efek terhadap kesehatan dan keselamatan manusia yang berada dalam perlindungan organisasi di dalam tempat kerja. e. Bahaya yang timbul di sekitar tempat kerja dari aktivitas yang berkaitan dengan pekerja yang berada di bawah kendali organisasi instruktur, peralatan, dan material di tempat kerja, apakah yang disediakan organisasi atau pihak lain. f. Perubahan atau rencana perubahan dalam kegiatan organisasi, kegiatannya, atau material. g. Modifikasi pada sistem manajeman K3L. termasuk perubahan sementara dan dampaknya terhadap organisasi, proses, dan aktivitas. h. Setiap persyaratan legal yang dapat diberlakukan berkaitan dengan pengendalian risiko dan implementasi dari pengendalian yang diperlukan. i. Rancangan dari lingkungan kerja, proses, instalasi, permesinan/peralatan. prosedur operasi, j. dan organisasi kerja, termasuk adaptasi terhadap kemampuan manusia. 25. Jelaskan tentang metode proaktif dalam mengidentifikasi bahaya dan risiko! Metode proaktif, metode terbaik untuk mengidentifikasi bahaya adalah cara proaktif, atau mencari bahaya sebelum bahaya tersebut menimbulkan akibat atau dampak yang merugikan, Tindakan proaktif memiliki kelebihan, di antaranya a. Bersifat preventif karena bahaya dikendalikan sebelum menimbulkan keceiakaan atau cedera. b. Bersifat peningkatan berkelanjutan continualimprovement karena dengan mengenal bahaya dapat dilakukan upaya perbaikan. c. Meningkatkan " awareness semua pekerja setelah mengetahui dana mengenal adanya bahaya di sekitar tempat kerjanya. d. Mencegah pemborosan yang tidak diinginkan, karena adanya bahaya dapat menimbulkan kerugian, misalnya ada katup yang bocor tanpa diketahui, maka akan terus-menerus mengeluarkan bahan/bocoran, sehingga dapat menimbulkan kerugian. 26. Jelaskan tentang jenis kebakaran kelas B! Kebakaran kelas B, merupakan kelas kebakaran yang dikarenakan oleh bahan-bahan cair yang mudah terbakar, seperti minyak bensin, solar, dan oli, alkohol, cat, solvent, metanol, dan sebagainya. Jenis APAR yang cocok untuk memadamkan kebakaran kelas B adalah APAR jenis karbon dioksida C02, APAR jenis busa foam, dan APAR jenis tepung kimia dry powder . 27. Mengapa udara dapat menyebabkan terjadinya kebakaran? Karena udara merupakan unsur yang diperlukan dalam pembakaran/terjadinya api. Apabila udara cukup, maka pembakaran bahan bakar dapat berlangsung dengan sempuma. 28. Bagaimana cara mencegah kebakaran akibat korsleting? a. Gunakanlah material listrik seperti kabel, sakelar. dan stop kontak yang memiliki label Standar Nasional Indonesia SNI. Lembaga Masalah Kelistrikan LMK, dan standar PLN SPLN. b. Gantilah kabel listrik jika sudah mengelupas karena kabel listrik yang mengeiupas dapat menciptakan bunga api saat terkena zat cair. c. Janganlah menumpuk-numpuk stopkontak pada satu sumber listrik, sehingga tidak terjadi korsleting akibat kabel listrik yang kelebihan muatan. d. Periksalah instalasi listrik di rumah secara berkaia, misalnya setiap lima tahun e. Hindarilah pencurian listrik dengan cara apa pun f. Merapihkan jalur instalasi listrik 29. Jelaskan tentang APAR jenis halon! Halon adalah APAR yang diisi dengan gas carbon monoksida CO yang dapat mematikan api dengan mengeluarkan cairan yang dingin. Pengguna APAR dilarang memegang nozzle saat melakukan pemadaman untuk menghindari tangan menjadi kaku. karena mengalami kebekuan yang berakibat fatal saat melakukan pemadaman. 30. Bagaimana cara penggunaan APAR? a. Tarik pin pengaman yang berbentuk seperti kunci pada bagian APAR. b. Peganglah tabung dan arahkan slang pada titik api. c. Tekan tuas pegangan/katup. yang biasa terletak atas tabung, untuk mengeluarkan isi tabung. d. Semprotlah pada titik sumber api dari sisi ke sisi dengan gerakan seperti menyapu. Ingat semprot ke sumber api bukan ke lidan api 31. Apakah tujuan dari pemasangan APAR? Agar memudahkan orang meiakukan aksi tanggap darurat dengan cepat dan mudah saat terjadi kebakaran. 32. Apakah yang dimaksud dengan bahaya Suatu kondisi yang menyebabkan kematian, cedera, atau kerugian lain 33. Sebutkan kewajiban pengurus terhadap tenaga kerja barn menurut UU No. 1 Tahun 1970! Pengurus diwajibkan menunjukkan dan menjelaskan pada tiap tenaga kerja baru tentang a. Kondisi-kondisi dan bahaya-bahaya serta yang dapat timbul dalam tempat kerja. b. Semua pengamanan dan alat-alat perlindungan yang diharuskan dalam tempat kerja. c. Alat-alat perlindungan diri bagi tenaga kerja yang bersangkutan. d. Cara-cara dan sikap yang aman dalam melaksanakan pekerjaannya 34. Jelaskan tentang kebakaran kelas D! a. Bersifat preventif karena bahaya dikendalikan sebelum menimbulkan kecelakaan atau cedera. b. Bersifat peningkatan berkeianjutan continual improvement karena dengan mengenal bahaya dapat dilakukan upaya perbaikan. c. Meningkatkan “awareness” semua pekerja setelah mengetahui dana mengenal adanya bahaya di sekitar tempat kerjanya. d. Mencegah pemborosan yang tidak diinginkan, karena adanya bahaya dapat menimbulkan kerugian, misalnya ada katup yang bocor tanpa diketahui, maka akan terus-menerus mengeluarkan bahan/bocoran, sehingga dapat menimbulkan kerugian. 36. Bagaimana kondisi resiko bisa dikatakan sangat berbahaya Jika resiko dari terjdinya bahaya tersebut dapat mengakibatkan kematian atau kehancuran seluruh properti beserta fasilitas yang ada didalamnya 37. Apakah yang dimaksud dengan accident? Accident adalah kejadian yang tidak diinginkan yang menimbulkan kerugian baik bagi manusia maupun terhadap harta benda 38. Sebutkan tindakan unsafe act sehingga meicu kecelakaan a. Terburu-buru atau tergesa-gesa dalam meiakukan pekerjaan. b. Tidak menggunakan pelindung diri yang disediakan. c. Sengaja melanggar peraturan keseiamatan yang diwajibkan. d. Berkelakar/bergurau dalam bekerja, dan sebagainya. e. Ketidaktahuan. f. Kemampuan yang kurang. 39. Apakah fungsi sarung tangan asbes Sarung tangan asbes, digunakan terutama untuk melindungi tangan terhadap bahaya panas. 40. Apakah yang dimaksud dengan kecelakaan near miss Near miss adalah kejadian hampir celaka dengan kata lain kejadian ini hampir menimbulkan kejadian incident ataupun accident. 41. Menurut Undang-Undang Keselamatan Kerja No. 1 Tahun 1970, apakah yang dimaksud dengan a. Pengurus b. Pegawai pengawas keselamatan kerja c. Ahli keselamatan kerj Menurut Undang-undang Keselamatan Kerja No. 1 Tahun 1970 a. Pengurus adalah orang yang memiliki tugas langsung sesuatu tempat kerja atau bagiannya yang berdiri sendiri. b. Pegawai pengawas keselamatan kerja adalah pegawai teknis berkeahlian khusus dari Departemen Tenaga Kerja yang ditunjuk oleh Menteri Tenaga Kerja. c. Ahli keselamatan kerja adalah tenaga teknis berkeahlian khusus dari luar Departemen Tenaga Kerja yang ditunjuk oleh Menteri Tenaga Kerja untuk mengawasi ditaatinya undang-undang ini. 42. Apakah yang dimaksud dengan P3K? Upaya pertolongan dan perawatan sementara terhadap korban kecelakaan sebelum mendapat pertolongan yang lebih sempurna dari dokter atau paramedik. 43. Sebutkan beberapa larangan ketika menggunakan mesin bubut! a. Jangan menyentuh/memegang chuck pada saat mesin bubut beroperasi. b. Jangan bersenda gurau pada saat mengoperasikan mesin bubut c. Jangan melakukan pemeriksaan mesin sebelum memutuskan arus listrik d. Lindungi lintasan meja dari hubungan langsung dengan listrik. e. Selalu gunakan kaca mata pelindung f. Jangan menghentikan spindel dengan tangan g. Jangan biarkan kunci chuck tetap menempel pada chuck 44. Mengapa ketika bekerja menggunakan mesin harus menggunakan alat pelindung telinga? Karena untuk melindungi telinga dari gemuruhnya mesin yang sangat bising. 45. Bagaimana cara memadamkan api dengan cara dilusi? Meniupkan gas inert untuk menghalangi unsur 02 menyalakan api dengan menggunakan media gas C02 Terimakasih telah berkunjung di website pastikan anda menekan tombol ikuti untuk mendapatkan update artikel dari website guru vokasi, dan jangan lupa untuk membagikan artikel kami keteman-teman anda yang membuthkan agar artikel kami dapat bermanfaat bagi semuanya
FORMULIR Kode Dok. WK1PPPFO-001 Status Revisi JURNAL PEMBELAJARAN Halaman 2 dari 1 Tanggal Terbit 1 Juli 2015 JURNAL PEMBELAJARAN SMK NEGERI 3 KLATEN TAHUN PELAJARAN 20152016 Satuan Pendidikan SMK Negeri 3 Klaten Paket Keahlian Jasa Boga Kelas X JB 1 Mata Pelajaran Sanitasi Hygene Tahun Pelajaran 20152016 Semester Gasal Pertemuan Tanggal Uraian Ket. 1. 25 Agustus 2015 Mempelajari tentang ruang lingkup sanitasi dan personal higiene 2. 01 September 2015 Mempelajari tentang ruang lingkup hygiene dan keselamatan kerja 3. 08 Seotember 2015 Ulangan Harian Sanitasi, Higiene, dan Keselamatan kerja Klaten, Agustus 2015 Guru Mata Pelajaran Yuzi Akbari Vindita Riyanti NIM. 12511241021 FORMULIR Kode Dok. WK1PRPFO-010 Status Revisi DAFTAR BUKU PEGANGAN DAN SUMBER BELAJAR GURU DAN SISWA Halaman 1 dari 2 Tanggal Terbit 1 Juli 2015 DAFTAR BUKU PEGANGAN DAN SUMBER BELAJAR GURU DAN SISWA Nama Guru Wiwik Triastuti, Mata Pelajaran Sanitasi,Higiene dan Keselamatan Kerja Kelas X Jasa Boga 1 dan 2 Tahun Pelajaran 2015 - 2016 A. BUKU PEGANGAN DAN SUMBER BELAJAR GURU 1. Buku Wajib No Judul Buku Pengarang Penerbit Tahun Keterangan 1. Materi Sanitasi,Higiene dan Keselamatan Kerja untuk SMK Esti Apriyanti, Trismiyati, Rien Riany, Agustinus Sutanto Galaxy Puspa Mega 2002 2. Buku Pegangan, Buku Pengayaan No Judul Buku Pengarang Penerbit Tahun Keterangan 1. Sanitasi,Higiene dan Keselamatan Kerja Jilid 1 TIM Direktorat Pembinaan SMK 2000 3. Sumber Belajar dan Referensi Lain No Jenis Sumber Belajar Referensi Lain Keterangan 1. Internet B. BUKU PEGANGAN DAN SUMBER BELAJAR SISWA 1. Buku Wajib No Judul Buku Pengarang Penerbit Tahun Keterangan 1. Materi Sanitasi,Higiene dan Keselamatan Kerja untuk SMK Esti Apriyanti, Trismiyati, Rien Riany, Agustinus Sutanto Galaxy Puspa Mega 2002 FORMULIR Kode Dok. WK1PRPFO-010 Status Revisi DAFTAR BUKU PEGANGAN DAN SUMBER BELAJAR GURU DAN SISWA Halaman 2 dari 2 Tanggal Terbit 1 Juli 2015 2. Sumber Belajar dan Referensi Lain No Jenis Sumber Belajar Referensi Lain Keterangan 1. 2. Internet Handout Klaten, Agustus 2015 Mengetahui, Guru Pembimbing Mahasiswa PPL Wiwik Triastuti Yuzi Akbari Vindita Riyanti NIP. 19790331 200501 2 012 NIM. 12511241021 FORMULIR Kode Dok. WK1PPFO-002 No. Revisi DAFTAR NILAI Halaman 1 dari 5 Tanggal Berlaku 1 Juli 2015 DAFTAR NILAI Satuan Pendidikan SMK 3 Klaten Mata Pelajaran Sanitasi Hygiene NO NAMA NILAI PENGETAHUAN NILAI KETERAMPILAN NILAI SIKAP NRP NRK N RS KD1 RP KD2 RP KD3 RP KD4 RP RNH NTS NAS PRT PRO POR OBS PD PAT JUR N PRE N PRE 1 ADIKA DAFFA WARDANA 63 76 2 ANA PRATIWI 86 3 AQILA ALMASA NAYIFA 46 76 4 ARINDA PRAMAVISTARANI 90 5 ARSY CAHYANING WIDHI 70 76 6 ASTRINA SURYANING SIWI 90 7 AULIA ROHIM 56 76 8 BERTHANIA SURYA MAHENDRA 83 9 DEWI ASNA FAUZIYAH 90 10 DEWI PERMATA SARI 56 76 11 ESTU MANGESTHI 76 12 FATKHU DIEN NA 83 13 FIKRI NURIN HAQ 53 76 14 HENNY OCTAVIA 60 76 FORMULIR Kode Dok. WK1PPFO-002 No. Revisi DAFTAR NILAI Halaman 2 dari 5 Tanggal Berlaku 1 Juli 2015 15 INGGAR NURUL PRATIWI 63 76 16 ISNAINI NUR FATIMAH 63 76 17 KEFFIN PRAKOSO 70 76 18 KHOFIFAH ALIF NURJANAH - 19 LARASATI 80 20 LITA CITRA DEVI 73 76 21 MARNININGSIH 76 22 MARTINA AYU NURFITASARI 40 76 23 MAULIDA NUR ISNAINI YUNIAR 73 76 24 MELANIA KARTIKASARI 73 76 25 MELINIA KUSUMA LAILUFAR 80 26 MUHAMAD ILHAM NUGROHO 73 76 27 NANDA PUTRI CHAHYANI 76 28 NINA AGUS TRININGSIH 76 29 NOVIA NUR WULANDARI 73 76 30 NOVYTA WAHYU UTAMI 73 76 31 RATRI ARINA DEWI 63 76 32 RISMA PUTRI NOVIANDARI 83 33 SHILVY MILENIA ORSITA 69 76 34 SITI MAISAROH 63 76 35 SYIFA NADIA NUR AZIZAH 76 FORMULIR Kode Dok. WK1PPFO-002 No. Revisi DAFTAR NILAI Halaman 3 dari 5 Tanggal Berlaku 1 Juli 2015 Keterangan 1. KD Kompetensi Dasar 10. OBS Observasi Klaten, ………… 2. RP RemidialPengayaan 11. PD Penilaian Diri Guru Mata Pelajaran 3. RNH Rerata Nilai Harian 12. PAT Penilaian Antar Teman 4. NTS Nilai Tengah Semester 13. JUR Jurnal 5. NAS Nilai Akhir Semester 14. N Nilai 6. PRED Predikat 15. PRE Predikat Wiwik Triastuti 7. PRA Praktek 16. NRP Nilai Rapor Pengetahuan NIP. 19790331 200501 2 012 8. PRO Proyek 17. NRK Nilai Rapor Keterampilan 9. POR Portofolio 18. NRS Nilai Rapor Sikap
berikut ini merupakan penyebab terjadinya kecelakaan air kecuali